Thursday, May 15, 2008

Produk Telepon

Saat ini kita sudah sampai tahap kebingungan memilih produk telekomunikasi. Bila pada awal tahun 1990-an sambungan telepon ibarat barang mewah yang untuk mendapatkannya begitu susah, maka hari ini sambungan telepon semudah membeli pisang goreng. Bahkan dalam satu mall lebih banyak gerai telepon ketimbang penjual pisang goreng.

Booming telepon salah satunya karena deregulasi pemerintah yang mencabut monopoli duo Telkom dan Indosat. Maka masuklah beberapa pemain swasta ke dalam bisnis infrastruktur tersebut. Hari ini setiap orang sibuk nmenenteng telepon baik untuk kebutuhan bicara maupun sekedar mengirim pesan singkat. Parahnya lagi telepon hanya sekedar media ngobrol yang tidak jelas tujuannya. Ada juga yang wah dengan perangkat multimedianya meskipun barang ini pada dasarnya belum merupakan kebutuhan pokok bagi pengguna.

Semakin banyaknya operator telepon di tanah air memang sedikit banyak bakal menguntungkan konsumen dengan beragam pilihan produk dengan ragam harga. Perang harga sudah menjadi jor-joran operator telekomunikasi satu dua tahun ini. Banyak yang menawarkan tarif murah namun dengan syarat dan kondisi tertentu yang sering membingungkan konsumen. Maka terjadilah kesemrawutan informasi dan promosi dari sekian bayak operator tersebut.

Pada dasarnya operator telco juga bukan sembarang pengusaha, karena banyak modal asing dibelakangnya. Bisnis telco adalah bisnis modal dan investasi mahal meskipun strategis. Barang siapa bukan pemodal atau investor besar mustahil dapat masuk ke bisnis ini. Saking menggiurkannya bisnis ini maka banyak investor dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, dan Timur Tengah yang ikut bermain.

Salah satu aspek bisnis telco adalah skala ekonomi. Dengan sedemikian besarnya modal dan investasi yang dibutuhkan untuk menggelar jaringan telco dan semakin jenuhnya pasar maka apakah bisnis telco masih berpotensi menyumbang profit yang diharapkan patut mendapat perhatian. Namun bila melihat laporan keuangan perusahaan telco yang muncul di public nampak bahwa pada dasarnya skala ekonomi masih terpenuhi.

Berikutnya pasar dari produk telco ini. Konon angka jumlah pelanggan sudah menyentuh 100 juta dari jumlah penduduk nasional katakanlah 220 juta orang. Tentunya tidak semua penduduk membutuhkan telepon ini sehingga penetrasi sebesar 100 juta yang hampir setara dengan 50% dari penduduk nasional bukanlah cerminan dari jumlah penduduknya. Katakanlah hanya 30 atau 40 penduduk yang gonta ganti nomor telepon. Angka inipun masih relatif rendah bila dilihat penetrasi dan densitas kepemilikan sambungan telepon di negara lain dimana ada yang mencapai 90% atau bahkan lebih dari 100% seperti di Hongkong. Jadi nampaknya pasar masih terbuka luas untuk terus melakukan ekspansi bisnis telco.

Perlu dicatat, edukasi masyarakat pengguna telepon kadang dilupakan oleh operator. Alih-alih memberikan edukasi para operator malah secara semrawut mencekoki pasar dengan berbagai promo yang kadang menyesatkan. Yang jelas hangat saat ini adalah tentang tarif, baik untuk tarif voice maupun sms. Sudah menjadi kebiasaan masyarakat kita yang terbuai dengan hal baru atau nampak baru maka bahkan masyarakat dapat terjebak konsumtif bila tidak berhati-hati. Tidak jarang satu orang memegang tiga atau empat nomor telepon sekaligus. Katakanlah memang nomor prabayar namun harga perdana itu sendiri kan sudah merupakan biaya. Tanpa sadar masyarakat dapat terjebak dalam permainan operator telco.

Cobalah hitung berapa pengeluaran satu rumah tangga yang terdiri dari suami, istri dan dua anak baru gede. Bila keempatnya memegang nomor dan bahkan lebih dari satu nomor maka belanja untuk harga perdana sudah berapa besar. Ditambah pengeluaran setiap bulannya. Tanpa disadari pengeluaran untuk produk yang disebut telepon ini menjadi salah satu yang terbesar diantara konsumsi rumah tangga.

Sehingga masyarakat harus cerdas dan pintar memilih produk telepon yang sesuai dengan kebutuhannya. Janganlah hanyut oleh serangan promosi yang gencar ditawarkan operator semata. Masih banyak operator yang melakukan cheating dalam promonya.

Labels:

Wednesday, April 23, 2008

Motor

Cukup seru melihat persaingan bisnis motor nasional antara Honda dan yamaha. Dengan market share hampir 5 juta unit per tahun tentunya cukup menggiurkan bertempur di pasar ini. Andaikan rerata harga satu motor sepuluh juta saja maka terdapat peluang sebesar lima puluh triliun per tahun yang bisa diperebutkan. Hmm jumlah yang cukup menggiurkan bagi sebuah industri. Honda adalah market leader dalam industri motor. Market sharenya diatas 50% dan tidak ada yang menggoyahkan dominasinya beberapa tahun terakhir. Motor Honda terkenal kuat dan handal meskipun dari sisi harga dan teknologi kadang sama atau lebih mahal. Justru teknologi yang biasa itu sekaligus sebagai strength dalam reliability produk. Yamaha adalah penguasa market dibelakangnya. Meksipun awalnya pangsa pasarnya hanya sekitar separo dari pasar honda namun makin lama Yamaha dapat meningkatkan market share disaat merk lainnya turun atau stagnan. Honda memang market leader namun mengalami stagnan dan nampak sulit meningkatkan penjualan. Memang sharenya sudah sangat besar, yakni lebih dari dua juta motor per tahun namun pertumbuhan tetap menjadi target pabrikan berlogo bergambar sayap ini.

Bisnis motor tidak semata alat transportasi. Banyak aspek yang mempengaruhi hasil akhir persaingan. Ada factor harga, model, teknologi, cara pembelian dan juga harga BBM yang turut andil membentuk kondisi persaingan. Pada awalnya Honda membuat motor dengan desain menarik, mesin reliable meskipun harganya relatif mahal. Perkembangan industri motor mengalami fluktuasi menarik. Sempat muncul motor china dengan penawaran harga yang murah dan hampir setengah harga motor jepang. Dasar jepang adalah negara industri dan capital yang ulet gaya bersaingnya lantas dengan spontan memberikan jawaban. Dibuatlah motor dengan model lama dan sparepart murah serta harganya beda tipis dengan motor china. Pasar dibuat sedikit chaos dengan banyaknya motor murah yang ditawarkan. Sempat berseliweran motor china di jalanan saking harganya begitu terjangkau. Bahkan modelnya meniru habis-habisan model dari jepang. Namun tidak lama orang kembali membeli motor jepang karena harganya beda tipis namun kehandalan teruji dan brandingnya jepang. Ditambah makin banyaknya masalah teknis yang mendera motor china praktis pelan tapi pasti ambruklah industri motor china dilibas industri jepang. Dengan hilangnya pesaing dari negeri tirai bamboo itu maka pasar terbuka kembali bagi persaingan keras sesama merk jepang.

Yamaha adalah merk yang cukup ternama sejak dulu. Boleh dikatakan sejajar dengan nama besar Honda. Dalam beberapa hal motor berlogo garputala ini bahkan lebih unggul ketimbang Honda seperti manuver dan modelnya. Hukum alamiah terjadi manakala sebagai market leader Honda sedikit terlena dan puas dengan penetrasi pasarnya. Seiring gencarnya iklan di media Yamaha terus mencari terobosan model dan pasar. Yamaha juga tidak pelit dengan teknologi. Banyak teknologi canggih diterapkan di produknya. Puncaknya adalah ketika dengan innovatif melemparkan produk jenis skuter. Padahal sebelumnya ada merk korea yang melempar jenis skutik di pasar, namun tidaklah sukses. Disamping harganya mahal factor terbatasnya spareparts, purna jual, service dan kurangnya brand turut berpengaruh atas kegagalan merk negeri ginseng itu. Kali ini Yamaha mengemas konsep sebuah produk dengan fungsi, harga, merk, model yang berbeda. Model tetep skutik namun ukuranya lebih kompak, harganya juga jauh lebih murah, produknya sangat user friendly dan tetap handal. Skutik dengan brand Mio itu menjadi market leader di pasar nasional. Dengan model menarik, kompak, handal dan harga sepuluh jutaan Mio menuai sukses besar. Jutaan unit dilempar ke pasar dan disambut antusias pengguna motor. Mengendarai mio ibaratnya hanyalah ngegas dan ngerem dimana keduanya dilakukan oleh tangan. Kaki hanya digunakana saat motor berhenti. Jadilah skutik Mio sebagai moda transportasi baru yang gaya dan sangat praktis. Ditambah cara kepemilikan motor yang didukung oleh institusi pembiayaan yang mudah, bunga murah dan kadang tanpa DP, bisnis motor makin mengalami boast.

Cerita Mio ibarat gambaran model innovatif yang mendobrak pasar dengan buah kesuksesan. Yamaha juga mengembangkan variant bebek dengan sentuhan teknologi tinggi serta variant motor kopling dengan model dan teknologi terkini. Jadilah rangkaian modelnya mencapai kesuksesan dengan membukukan peningkatan penjualan setiap tahunnya. Meskipun harga barang dan jasa selalu meningkat seiring kenaikan BBM, kesempatan kerja terbatas dan situasi perekonomian nasional lesu, bisnis motor nampak tetap bergairah. Hal ini masuk akal manakala motor memiliki nilai fungsi sekaligus investasi dan bahkan bagi sebagian orang merupakan kebutuhan dasar. Akhirnya Yamaha terus mengalamai pertumbuhan pasar manakala merk lain turun dan stagnan.

Honda sebagai market leader tidak ingin dipencundangi dua kali. Teknologi tinggi, model dan variant pun dikembangkan. Bila dulu Honda terkenal pelit dengan teknologi sekarang mulai unjuk gigi. Bahkan dengan ancaman Yamaha yang semakin kuat Honda mencoba mencari terobosan. Selain menurunkan varian skutik untuk bersaing di pasar Honda juga mengupgrade teknologi dan menjajagi jenis motor baru. Yang terakhir adalah keluarnya model gabungan antara jenis bebek dan jenis kopling. Jadilah motor gado-gado yang dipromosikan bakal mudah bermanuver di jalan jelek dan di tengah kemacetan kota. Belum bisa dikatakan terobosannya membawa sukses dan butuh waktu untuk melihat keberhasilan. Sementara Yamaha tentunya tidak akan tinggal diam dan akan terus menyaingi sang market leader. Merk lainnya seperti Suzuki dan Kawasaki-pun tidak akan duduk diam melainkan terlibat persaingan sengit dalam meraup ceruk pasar motor.

Labels:

Monday, April 21, 2008

Doin’ Nothing

Pernahkah anda memperhatikan keadaan sekitar anda. Gampangnya keadaan dari rumah sampai kantor anda. Pernahkah anda memperhatikan dua atau lima tahun terakhir. Bila anda katakanlah dari rumah ke kantor pada tahun 2003 apa yang anda ingat. Jalanan macet dan semrawut. Tranportasi buruk, armada bus, kopaja, angkot juga saling serobot. Pernahkah anda merenungkan keadaan itu sekarang. Selain kesemrawutan dan buruknya armada transport sekarang ditambah rusaknya jalan dan merajalelanya kapling jalan atas nama busway. Jalan yang hanya tiga atau bahkan dua lajur-pun dikapling buat busway. Konon busway ini mengadopsi kesuksesan serupa di Bogotta. Namun sebuah sumber menjelaskan keberhasilan busway di Bogotta karena salah satunya kondisi jalan di sana begitu lebar, sampai enma belas lajur, jadi kalaupun diambil satu kapling buat busway tidaklah bermasalah. Berbeda dengan kita yang semua menyadari busway bukanlah solusi mengatasi kemacetan akut, namun tetep dipaksakan. Di Koran orang pinter bilang solusinya adalah menambah ruas jalan, mengatur tegas perilaku pengendara dan membangun mass rapid transport- MRT. Istilah MRT biasanya mengacu entah itu kereta bawah tanah/subway atau monorail di atas jalan. Artinya moda ini tidak mengganggu jalan yang sudah ada. Ada juga semacam kereta-traim yang rel-nya di tengah jalan dan masih bisa dilewati kendaraan lain. Lha kalau busway kita ini caranya mbeton jalan je,,dan banyak motor terjengkang saat menyeberang beton pembatas. Siapakah busway itu yak ok begitu kuasa dan melebihi kepentingan rakyat sekalipun.

Itulah pembangunan fisik dan prasarana yang nampak tidak berubah dan yang ada justru makain merana. Kita seolah tidak berbuat sesuatu kecuali saling berlomba, cakar mencakar, sodok menyodok sehari-hari mencari nafkah. Beban ibuko Negara ini semakin berat harus menanggung dua puluh juta rakyat yang setiap hari berlomba mencari nafkah karena pekerjaan yang sulit, kemakmuran hanya mimpi dan banyak yang bunuh diri karena lapar dan malu.

Barangkali dua puluh tahun silam bilapun keadaan masyarakat tidaklah makmur namun sumber daya alam masih banyak. Lha sekarang, yang bernama hutan saja setiap hari konon hilang sebanyak enam lapangan bola atau 360000 meter persegi, gila ya. Kita adalah perusak hutan nomor wahid di dunia ini. Tidak ada nilai tambah dan inovasi yang kita lakukan kecuali secara tamak menebang dan menjual gelondongan kayu hutan untu segera menjadi uang dan penopang konglomerasi mereka yang memiliki hak pengelolaan hutan. Lha ini hutan milik rakyat dan anak cucu kok dikapling dan dikelola seenaknya, gabungan antara penguasa dan pengusaha, enak yaa. Ntar kalau sudah negeri ini hancur, carut marut dan rakyat marah karena perut lapar, mereka tinggal lari tunggang langgang ke china, singapura atau Malaysia. Hmm nggak ada rasa kebangsaan sedikit pun yaa. Lha hutan sendiri saja dirampok untuk kepentingan golongan dan Pribadi emang mana punya rasa kebangsaan . Sangat-sangat minus.

Pajak yang dibayarkan pada kemana yaa. Konon bayarkan pajaknya dan awasai penggunaannya. Gimana caranya, kalau bayar jelas memang kata saktinya adalah kewajiban rakyat, tidak bayar pajak artinya nggak patuh hokum. Lha ngawasi penggunananya gimana caranya, gimana salurannya, gimana aksesnya. Coba hitung di satu kabupaten saja ada berapa ratus ribu roda empat dan berapa juta roda dua. Pernah dihitung secara mudah sebuah daerah memiliki 500 ribu kendaraan mobil dan dua juta roda dua. Dengan pajak mudahnya dua ratus ribu untuk motort dan sejuta untuk mobil maka sudah akan terkumpul 900 milyar rupiah per tahun. Ini hitungan mudah lho. Dan daerah tadi hanya menganggarkan di bawah 10 milayr untuk perbaikan jalan. Ya pantaslah kalau 70% jalan menjadi makin rusak, berlobang dan bila hujan mirip bendungan menggenang. Hanya 10 milyar saja dan tidak jelas berapa yang bener untuk menambal jalan dan berapa lagi yang dikorupsi. Yang 890 milyar itu kemana yaa, apa hilang ditelan bumi. Coba hitunglah secara sederhana pendapatan pajak hanya dari kendaraan bermotor. Belum dari PBB dari PPN dan seterusnya, semuanya dipajakin namun nggak jelas keman perginya.

Tahun 1980-an masih terlihat pembangunan jalan, pembangun sekolah, kantor, pasar, pertokoan maupun fasilitas umum lainnya. Nampak alamiah dan ada Harapan manakala ada pembangunan fisik bagi masyarakat luas. Lha sekarang pembangunan apa yang dilakukan ya. Itu monas sudah ada sejak Soekarno, Gelora Senayan juga, Semanggi juga. Jadi apa yang dibangun, oh paling hanya mall dan perumahan yang semuanya tidak melalui amdal yang layak sehingga berdampak makin memacetkan jalan dan menambah banjir manakala hujan karena resapan tanah berubah fungsi.

Tidak ada Harapan apaun saat ini. Hingar bingar pilkada, pilpres dan sebagainya hanyalah pesta sekelompok kecil orang yang rebutan jabatan belaka. Manakala menjadi bupati, gubernur atau presiden tindakannya sama saja dan tidak ada yang membangun untuk rakyat. Makin banyak rakyat golput dan tidak melihat manfaat bagi mereka artinya pilkada pilpres ini itu. Ketimbang nyoblos mending waktunya buat narik becak atau nguli untuk makan hari itu. Terlampau banyak rakyat lapar dan pusing sekedar memastikan hari ini bisa makan.

Tiga tahun lagai jalanan bakal tidak bergerak karena memang jalan banyak rusak dan makin semrawut. Jangan salahkan pertambahan mobil karena itu terjadi dimanapun. Jangan mengkambinghitamkan sebagian rakyat makin banyak beli mobil hingga jalan ngga bisa nampung, namun coba Tanya pada perencana jalana, pengelola jalan. Dan bagaimana pekerjaan mereka lima atau sepuluh tahun lalu. Tidakkah mereka mempersiapkan dan mengantisipasi sedemikian jauh-jauh hari dan membangun infrastruktur. Kita hanyalah menyerap 400 ribu setahun mobil dan 5 juta motor. Sementara Negara lain ada yang sejuta, lima juta atau bahkan lima belas juta per tahunnya. Jadi bandingkanlah juga dengan Negara lainnya. Jangan kuper kumpret dan selalu menyalahkan hal lain manakala pemerintah dan pengelola negeri ini yang memang salah. Tidak beces mengantisipasi dan membangun. Itulah hakekat adanya sebuah Negara, yakni membangun agar rakyatnya sejahtera.

Lihatlah sekitar, Malaysia, singapura, Taiwan, korea, china, Thailand dan bahkan Vietnam. Semuanya maju dan terjadi pembangunan besar-besaran. Negara itu sudah mulai memetik hasilnya. Jalanan lebar dan mulus, jalan tolo banyak sekali. Prasarna melimpah dan rakyatnay bias bekerja tenanag karena memang banyak lapangan kerja dan investor masuk. Berbanding 900 derajat dengan kita. Makin suram, rakyat lapar, investor tidak mau masuk, pejabat rebutan jabatan dan pilkada ini itu dan puncaknya adalah rusaknya moral, amburadulnya pengelola Negara, menumpuknya hutang, kacaunya birokrasi, habisnya hutan, tambang dan minyak kita tanpa bekas sedikitpun !!

Monday, March 17, 2008

The Richest Province

Pesawat boeing 737 seri 400 itu siap lepas landas. Pilot sudah mengatakan take off position dan dua mesin roll royce dari boeing mulai menggemuruh. Pesawat dengan 126 penumpang itu sudah mengarah runway dan siap terbang ketika terdengar gemuruh roda yang direm mendadak oleh pilot. Pesawat urung take off dan kembali memutar ke jalur antrian. Terdengar pilot menjelaskan permintaan maaf melakukan abort dan menjelaskan perlu mengecek sesuatu. Seorang laki-laki berjas hitam dengan rambut pendek bertanya heran kenapa pesawat batal terbang. Setelah memutar melewati jalur antrian pesawat kembali bersiap take off. Kali ini berlangsung mulus dan terbang dengan ketinggian 32 ribu kakipun berjalan mulus. Cuaca sedikit buruk dengan beberapa kali awan menghadang yang menyebabkan laju pesawat tergoncang.

Perjalanan Jakarta – Pekanbaru ditempuh selama satu jam tiga puluh menit. Tidak ada perbedaan waktu antara kedua kota jelas pramugari. Pekanbaru adalah kota yang menarik dan berlokasi di pula Sumatera bagian tengah. Peknabaru bisa ditempuh dari Padang selama lima jam perjalanan darat atau sembilan jam dari Palembang. Konon orang menyebut Pekanbaru adalah Malaysia-nya Indonesia. Seperti Medan disebut sebuah kota kembar dengan Penang di Malaysia (?).

Yang menarik dari Pekanbaru tentunya tidak macet seperti Jakarta. Sebagai kota propinsi yang konon terkaya Pekanbaru sibuk berbenah dan mempercantik diri. Gedung Gubernur terlihat megah di tengah kota. Hotel berbintang seperti Pangeran dan Gran Yuri sibuk menerima tamu setiap harinya. Tamu berdatangan dari Jakarta, Malaysia dan bahkan Singapura.

Hotel Pangeran terletak tidak jauh dari Bandara sementara hotel Gran Yuri dikelilingi keramaian seperti cafee dan tempat hiburan malam. Tempat hiburan itu bagaikan remaja yang tidak pernah tidur. Jam 12 siang sudah mulai dibuka dan menerima tamu sampai dini hari. Ada berbagai hiburan yang disuguhkan seperti karaoke, caffe dan hiburan lainnya.

Seorang rekan menjelaskan bahwa pendapatan daerah jauh lebih besar dari anggaran belanja. Apakah karena terdapat pusat pengolahan minyak Dumai-nya atau perkebunan kelapa sawitnya yang membuat Pekanbaru merupakan salah satu propinsi terkaya.

Dua hari berkeliling kota jarang mendapatkan jalanan bergelombang, umumnya beraspal hotmix mulus. Pusat perbelanjaan dan pertokoan mendominasi jalan protokol. Jangan pernah ke Pekanbaru tanpa mencobai ikan patin, begitu saran seorang rekan. Padahal jelas Pekanbaru bukanlah kota pantai. Apakah ikan patin bisa dibudidayakan di air tawar.

Tiga orang itu penasaran dan mencoba menu ikan patin di sebuah restaurant. Memang rasanya lezat dengan duri yang besar. Gulai ikan patin disajikan dalam piring besar. Semua bagian ikan itu mengeluarkan rasa yang lezat dengan tulang belulang besar yang mudah dibuang.

Cobalah juga menu daging rusa. Ada sebuah restaurant yang menyajikan menu ini. Konon daging rusa mirip daging kambing. Bila mengkonsumi maka badan akan berasa panas dan darah segera naik.

Ada juga pisang goreng pontianak yang kesohor itu. Padahal jarak kedua kota jauh banget ya, namun pisang goreng ponti dapat dijumpai di sini.

Lampu lalu lintas di pekanbaru mirip yang terdapat di Padang. Ukurannya lebih besar dari lampu lalu lintas umumnya.

Orang asli Pekanbaru memang terlihat seperti orang Malaysia. Seorang perempuan muda berusia 26 tahun bernama Santi yang asli Pekanbaru datang ke lobbi. Perempuan itu cantik dengan dandanan yang minim. Setelah berbasa-basi Santi minta sebatang rokok Marlboro dan menyulutnya. Santi bercerita dia memiliki seorang anak, namun sudah berpisah dengan suaminya. Anaknya ditinggal bersama neneknya sementara Santi sibuk mencari nafkah. Santi larut dalam hingar bingarnya malam.

Labels:

Sunday, March 02, 2008

WANNA SING

Tasikmalaya adalah kota kecil yang menawarkan kesegaran udaranya. Meskipun kecil cukup banyak yang bisa dinikmati. Ada beberapa mall seperti Yogya department Store. Cukup banyak bank yang membuka cabang di sini dan tentunya tersedia cukup ATM. Restaurant ada juga, namun yang jelas ada sebuah warung soto yang enak. Soto ayam enak dengan taburan ayam yang banyak memenuhi mangkok, sambal cabe hijau yang digiling lembut dan tidak ketinggalan kerupuk. Ada juga bubur ayam yang enak dimana mangkok besar penuh terisi bubur, ayam, sayuran, kacang dan rasanya enak. Minumnya teh tawar hangat.

Hotel tidak terlampau banyak jumlahnya dan ada satu yang terbesar dan berbintang tiga, namanya hotel Crown. Kamarnya cukup banyak dengan berbagai kelas seperti deluxe atau suite. Hotel ini menyediakan restaurant untuk breakfast, kolam renang dan sebuah caffe di depan pintu masuk. Tempat parkirnya cukup luas. Setelah sore hari tamu melakukan renang dan bersantai maka malam harinya bisa menikmati secangkir espresso di caffe sambil menikmati artis lokal bernyanyi.

Tiga laki-laki itu datang ke caffe pukul 21.00 malam. Laki-laki pertama berperawakan sedang dengan kaos putih dan celana hitam. Yang kedua berambut gondrong dengan kaos putih, jaket hitam dan celana jean biru. Yang ketiga paling tinggi dengan kaos biru dan celana jean biru. Ketiganya langsung menuju meja nomor 16 dan memesan espresso dan sebungkus rokok.

Hingar bingar musik sudah menghentak ruangan caffe yang temaram. Ada sekitar dua puluh meja yang ditata menyebar. Tamu yang datang cukup banyak dan memenuhi tiga perempat kapasitas meja. Di depan ada panggung dan lantai lapang untuk gerak penyanyi atau tamu yang pengin berjoget. Di belakang adalah bar yang menyediakan berbagai minuman dan panganan.

Lampunya redup, musiknya keras dan penyanyi hmm sangat seksi. Penyanyi itu cantik, putih, berambut pendek dengan dandanan ketat dan rok sangat minim. Harus diakui dia sangat menarik, dengan suara merdu dan gerak-gerik menggoda namun tidak murahan. Beragam lagu keluar dari mulut mungilnya. Dua keyboard dan sintesizer mengiringi lagu apapun mulai dari pop, dangdut, rock maupun lagu alternative yang baru ngetop. Lagu kondang macam Yang Paling Sexy-nya Mulan Jamilah, lagu-lagu band Dewa, Ungu, Nidji maupun dangdut dengan fasih dilantunkan. Para tamu mulai tergoda untuk bangkit dan berjoget. Meja diujung di depan bar dengan dua wanita dan satu laki-laki nampak heboh dengan goyangan salah satu dari wanita tersebut. Wanita itu bergoyang dengan hanya bercelana jean dan kaos ketat yang menggambarkan siluet bentuk tubuhnya dalam remang lampu.

Meja di depan panggung yang paling banyak rombongannya lebih heboh lagi. Terlihat ada seorang yang sangat gemuk, dengan kemeja bergaris dan celana jean yang tidak muat perutnya menjadi pusat perhatian. Berkali-kali disebut Hendrik – nama dari lelaki itu oleh sang artis yang bolak balik mendekat, bergoyang menggoda ditingkahi oleh Hendrik. Rupanya Hendrik ini nyawer kepada artis dan mendapat kehormatan bergoyang bersama dan ditawari menyanyi di panggung.

Begitulah malam kian larut dan panas. Makin banyak yang nyawer kepada penyanyi nan cantik tadi. Setiap ada yang nyawer sang penyanyi mendekat dan bergoyang dengan penyawer. Cukup menarik manakala sikap penyanyi meskipun dengan dandanan super ketat namun tidaklah kampungan dan cukup hanya melenggak menggoda. Sang tamupun cukup tahu diri dan tidak main colek layaknya hiburan dan saweran kebanyakan.

Meja ketiga laki-laki nomor enambelas sempat ditawari sang apenyanyi untuk ke depan namun ketiganya hanya tersenyum dan terus menghisap rokok mild putih. Beberapa wanita maju dan menari menambah panasnya malam di kota dingin tersebut. Serombongan yang nampaknya dari luar kota maju berbareng dan bergoyang di depan. Satu dua tamu sempat menyumbang suaranya menyanyi diiringi sang biduan. Sekelompok anak muda dengan minum bir dan makan kacang nampak histeris bergoyang. Tidak ada keributan berarti dan semuanya menikmati malam yang gempita.

Lepas jam 00.00 malam hiburan selesai dan para tamu bubaran. Sang biduan sudah berganti pakaian dan beristirahan dengan manajernya. Meja nomor enambelas belum beranjak dan menikmati kepulan dari rokok yang kesepuluh batang. Ada kerlingan kecil dari sang biduan kepada meja enambelas, tatapan heran. Lima menit berlalu akhirnya ketiga laki-laki beranjak dan keluar dari kaffe.

Labels:

MENGALIR

Pukul 09.00 pagi. Jalanan perumahan basah oleh hujan. Air menggenang di pinggiran jalan. Satpam di pintu keluar duduk mengantuk. Saat disapa kaget melongok dan spontan bilang,” Selamat pagi,” Jelas kantuk masih terlihat di wajahnya setelah semalaman ronda menjaga lingkungan.

Hujan masih turun rintik-rintik. Genangan air di jalan terlibas roda kendaraan. Sepotong jalan menuju tol nampak rusak. Kemarin jalan itu berlobang dan digenangi air hujan berwarna coklat. Hari ini semua lobang ditutup bebatuan. Terlindas kendaraan lalu lalang bebatuan terpencar ke sana kemari. Bebatuan hanya ditaruh dan tidak dilem dengan aspal.

Sebuah jembatan nampak gagah terbentang diatas jalan tol. Warna cat kuning menambah kemeriahaan. Kendaraan di jalan tol yang selalu ramai pagi itu sedikit lengang. Jalan tol terlihat panjang menjauh. Iringan truk kadang menutup pandangan ke depan.

“Kita membutuhkan waktu tiga jam untuk sampai di Garut,” suara memecah kesunyian.

Deruman mesin halus sayup terdengar ditingkahi gemuruh roda menjejak aspal. Jalan dengan panjang lebh dari seratus kilometer terus dilalui. Langit terlihat mendung dan gerimis kadang menyela.

Dua jam perjalanan berlalu dan jalanan mulai berkelak kelok. Rupanya melewati perbukitan. Naik turun belok ke kiri kemudian ke kanan. Sawah, rumah dan hijau perbukitan terlihat jelas. Hari sudah cerah dan hujanpun pamit.

“Selamat siang, apa yang bisa kami bantu,” sapa front liner cottage Sumber Alam, Garut dengan ramah.

“Check in, hmm untuk tiga orang,,family suit,,,coba saya lihat,,oh ya masih ada,,,”front liner sibuk menekan tuts pada computer di mejanya.

Gemericik air dimana-mana yang semuanya air panas mengalir dari pegunungan. Nuansa cottage didominasi aliran sungai kecil, kolam di sana-sini dan bangunan cottage ada yang kecil, sedang dan suite.

Family suite itu besar nan luas, ada kolam air panas di halaman depan dan kolam kecil di dalamnya. Terdapat dua lantai dengan dua tempat tidur besar – kingsize. Bangunan terbuat dari kayu dan berlangit tinggi. Ruang santai ada di samping dan menghadap restaurant dan kolam renang.

Pengunjung beragam mulai dari keluarga, pasangan muda-mudi maupun rombongan kantor. Saat itu datang dua gadis muda diantar oleh petugas cottage. Mereka lewat disamping suite family dan sempat mengerling namun tanpa senyum.

Kolam renang terlihat lengang dan tenang serta belum ada pengunjung karena masih siang hari. Ketika jam menunjukkan pukul 15.00 mulai berdatangan tamu yang akan renang di air panas. Seorang laki-laki berperawakan tinggi dengan kacamata datang pertama dan renang perlahan-lahan, seolah begitu menikmati. Tidak lama disusul dua orang laki-laki. Kemudian lima orang lagi dan kemudian tiga gadis muda. Semuanyan mebentuk tiga rombongan dan saling bercengkerama disela-sela renang.

Mulailah kolam renang itu meriah dengan gemericak air dari gerakan renang.

Cottage yang tenang menjelang sore hari. Nun jauh di atas perbukitan berdiri megah nan misteri. Air panas terus mengalir seolah tanpa habis dan disalurkan ke sekian puluh cottage yang ada di bawahnya.

Labels:

Monday, February 25, 2008

Right To Live

Garangan itu dengan kaget menyeberang jalan raya. Sebuah kendaraan yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi terkesiap dan kaget ada makhluk warna emas sebesar kucing namun agak pendek dan panjang lari menyeberang. Untunglah kendaraan sempat sedikit ngerem dan selamatlah makhluk itu.

Pada saat lainnya di televisi sering disiarkan pesta kuliner. Dengan bangga ditayangkan alangkah nikmatnya mengkonsumsi berbagai makanan termasuk hewan aneh-aneh. Ada kelelawar, ular, cicak, belalang dan makhluk garangan tadi. Rupanya kita sudah kehabisan sumber makanan pokok kita dan perlu memburu berbagai makhluk tadi.

Garangan yang lewat tadi bisa jadi makhluk yang bertahun-tahun tidak ditemui. Bila mereka tinggal di daerah barangkali masih bisa bertemu dan melihatnya. Namun di perkotaan, sungguh sangat jarang kecuali barangkali di kebun binatang.

Manusia memang makhluk yang paling beradab sehingga begitu kreatif da terus mencari berbagai makanan yang menantang. Konon berbagai binatang tadi diciptakan dengan peran guna turut menjaga keseimbangan alam. Bagaimana kalau banyak belalang diburu dan dibakar atau disate hanya untuk memenuhi semangat kuliner tadi. Bagaimana pula kelelawar yag hidup di gua-gua di pantai diburu sekedar untuk memuaskan tantangan makanan yang unik misalnya.

Garangan yang menyeberang dengan panic tadi berasal dari area perumahan. Rupanya dia berkeliaran di perumahan mencari makanan di got atau selokan. Sementara dia harus menyeberang ke daerah yang banyak pepohonan kembali ke sarangnya. Alangkah kasihan dia mencari makan untuk hidup sementara keselamatannya begitu terancam. Selamat dari roda kendaraan belumlah menjamin aman hidupnya, manakala ketahuan orang sudah pasti bakal diburu dan menjadi santapan.

Setiap hari berapa banyak binatang yang mati mengenaskan di jalanan karena dilindas roda kendaraan. Binatang yang kebanyakan orang haram memakannya seperti kucingpun tidak lepas dari ancaman tangan manusia. Binatang rumahan ini sering menjadi bulan-bulanan manusia ketika berkeliaran. Begitu berat perjuangan kucing bertahan hidup dengan mengais tempat sampah, mencari sepotong sisa makanan manakala mulai berkurangnya tikus rumah. Sudah jarang ditemukan seekor kucing memangsa tikus karena tingkah polah kucing di genting akan mengganggu manusia. Begitu manusia tergganggu tidak jelas apa yang akan menimpa sang kucing itu. Entah bakal dilempar atau disambit kayu atas kelancangannya berani menyentuh rumah manusia meski hanya untuk mencari makan dan bertahan hidup.

Tidak ada salahnya hak hidup atas berbagai binatang tersebut patut kita renungkan. Seberapa besarkah mereka menjadi gangguan kita sehingga kita harus menyakiti dan bahkan memakannya. Bila makanan lainnya tidak ada tentu saja berbagai binatang bisa dikonsumsi. Namun saat ini belumlah sulit mencari makanan yang layak dan wajar dimakan.

Labels:

Monday, February 18, 2008

Donald J. Trump

Kalau anda klik google dengan kata kunci Donald Trump maka akan muncul hampir sekitar delapan juta sources. Milyuder dari Amerika Serikat itu begitu tenar dan kesohor. Tidak saja dari sejarah perkawinanya yang suka gonta ganti istri. Dari bisnisnya, dari kekayaannya dari gedung bisnisnya, dari helicopter Pribadi atau pesawat pribadinya.
Trump lahir pada 14 Juni 1946 di Queens, New York sebagai putra dari Fred Trump, ahli pembangunan dan pemasaran Real Estate di New York. Ia memiliki tiga saudara, satu laki-laki dan 2 perempuan. Kakak perempuan tertua dia adalah Maryanne Trump Barry, seorang hakim federal.
Trump memulai bisnis karirnya dengan menumpang kantor ayahnya, Fred, di Sheepshead Bay, Brooklyn, New York. Ia bekerja dengan ayahnya selama lima tahun dimana mereka sibuk dengan membuat deal bisnis bersama. Trump memulai bahwa ayahnya merupakan mentornya dan ia belajar banyak tentang setiap hal dari industri konstruksi ayahnya. Rupanya ayahnya Fred C. Trump sering mengatakan bahwa banyak deal terbaik yang dibuat oleh anaknya- Donald, segala sesuatu yang disentuhnya berubah menjadi emas. Trump kemudian memasuki dunia yang sangat berbeda dari real estate Manhattan.

Portfolio property dan koleksi hotel yang dimiliki Trump meliputi New York, New Jersey, Honolulu, Los Angeles, Chicago, Florida, Las Vegas, Republic Dominik, Seoul, Toronto, Panama, Mexico dan Connecticut.

Sales dan leasing Trump merupakan divisi penjualan resindetial dari Korporasi Trump yang melayani penjualan, pembelian dan penyewaan dalam semua gedung yang dikelola Trump sebagaimana property residential mewah lainnya di seluruh Menhattan. Mereka menyediakan bagi pelanggannya layanan broker paling professional di pasar New York. Bila anda cari daftar residential online tim professional terbaik multi bahasa akan menyambut dan membantu mendapatkan rumah impian atau mengarahkan tujuan investasi khusus pelanggan.

Club golf yang dikelola oleh Trump meliputi Los Angeles, Bedminster, Westchester, West Palm Beach, Canouan Island dan Scotland. Sementara Casino resort yang beroperasi dibawah kelompok Trump meliputi Trump Taj Mahal, Trump Plaza, Trump Marina dan Trump Club Privee.

Tidak ketinggalan program entertainment yang merupakan inovasi dari kelompok usaha Trump adalah The Apprentice, Trumped The Radio Program, Trump Model Management dan Trump Pageants.

Trump University merupakan salah satu kunci sukses bisnis hari ini karena di Universitaslah orang mencari ilmu pengetahuan. Apapaun definisi sukses menurut anda apakah untuk memjaukan karir, memulai bisnis menguntungkan atau menciptakan kesejahteraan melalui investasi, kebutuhan menempuh pendidikan merupakan hal terpenting. Universitas Trump didirikan dengan prinsip ini dan menawarkan kursusu dan program dengan subyek yang luas, marketing, real estate, usahawan dan banyak lainnya yang akan membantu setiap mahaisswa menggapai tujuannya.

Perdagangan yang dikelola meliputi Koleksi bertandatangan, Buku Trump, Es Trump, Steaks Trump, Vodka Trump, Rumah Trump, Koleksi perhiasan Trump Ivanka. Sementara sector pembiayaan Trump menjelaskan tak seorangpun tahu real estate sebaik Trump. Lantas ia menulis buku dan tak seorangpun tahu pembiayaan real estate sebaik Pembiayaan Trump.

Maish banyak rentang usaha yang dikelola di bawah bendera Trump yakni Restauran Trump, Rink Skating Trump maupun ruang media.

Wikipedia menyebutkan Donald John Trump adalah seorang wirausahawan, pionir program pertelevisian dan pebisnis yang sukses dari Amerika Serikat.
Dia adalah seorang CEO (Chief Executive Officer) dari;
Organisasi Trump
Pengembang pemasaran Real Estate (Rumah Mewah)
Pendiri dunia hiburan Trump
Pemilik bisnis casino.
dan memiliki acara TV rekayasa realitas (reality show) pribadi yaitu The Apprentice.

Labels:

Sunday, February 17, 2008

A Piece Of Afternoon

Cuaca buruk. Sejak malam hujan. Pagi hari mendung dan kadang hujan serta angin. Udara begitu dingin. Banyak anak tidak bisa bermain di jalan. Meski ini hari minggu. Kucingpun enggan berkeliaran. Hanya melengut di tempatnya yang hangat. Meski perut kucing itu lapar namun hujan rintik-rintik yang dinginnya menyentuh tulang sebabkan dia malas. Mendung tebal menggantung. Belum ada tanda-tanda hari cerah. Matahari bersembunyi dan tidak nampak sejak pagi.

Menit berlalu, jam dan sekarang sudah jam 15.00 sore. Nuansa masih diwarnai rintik-rintik ketika sebuah kendaraan mengarah ke sebuah kolam renang. Kolam renang itu cukup ramai. Banyak anak-anak, remaja dan dewasa. Namanya kolam renang Maharani. Lokasinya di sebelah perkampungan yang masih hijau. Maharani memiliki area yang luas. Ukuran kolam renang sendiri tidaklah terlalu luas, sekitar sepertiga area. Hanya sekitar sepuluh kali dua puluh lima meter saja. Pengunjungnya banyak sehingga kolam menjadi ramai. Dari pintu masuk langsung bertemu ruang tunggu. Ada dua ruang tunggu, yang beratap dan yang diudara terbuka. Banyak kursi dan meja diatur disana. Sebelah kiri ruang tunggu ada kamar mandi, mushola, ruangan fitness dan gudang. Sebelah kanan ada jajaran kantin yang menjual mie, bakso, minuman, jajanan anak-anak dan perlengkapan renang.

Di depan ruang tunggu yang beratap ada lapangan basket. Di depannya lagi ada panggung dimana sekelompok pemusik menyanyi diiringi lengkap keyboard, guitar dan drum. Sebelah kanan adalah kolam renangnya. Masuk ke kolam renang alas kaki harus dilepaskan ditaruh di rak yang disediakan. Di pinggir kolam diatur meja kursi. Ada juga tempat duduk dari semen permanent. Di sudut pinggir kolam renang ada penyewaan segala kebutuhan renang. Di sebelahnya adalah gudang tempat disimpan kapur dan obat-obat untuk perawatan air kolam. Di sebelahnya disambung ruangan mandi bagi yang selesai renang. Bagian laki-laki terpisah dengan bagian perempuan.

“Mba pesen mie bakso dua dan air mineral ya,” teriak seorang Bapak yang duduk di kursi di pinggir kolam. Bapak itu habis berenang, badan dan rambutnya basah.

Ada beberapa anak kecil dengan orang tuanya lalu lalang di pinggir kolam. Mereka menunggu anggota keluarga lain yang sedang berenang. Pengawas kolam renang sibuk melihat dan memperhatikan ke tengah kolam, dimana banyak orang berenang.

“Silakan bagi yang ingin menyumbang lagu,” suara teriakan keluar dari speaker yang terpasang di panggung musik. Penyanyinya sudah menyajikan beberapa lagu dan ingin minta partisipasi pengunjung untuk menyanyi.

Hujan yang sesekali turun tidak berpengaruh bagi mereka yang asyik berenang. Di dalam air tidak terlampau dingin dan hujan justru menambah keasyikan anak-anak.

Jam sudah menunjukkan jam 17.30 sore ketika kendaraan tadi meninggalkan kolam renang. Jalanan berlobang dan banyak genangan air. Pengendara harus hati-hati karena banyak genangan air dalam.

Kendaraan itu menuju sebuah warung mie yang berjarak satu kilometer dari kolam renang. Tempat parkir warung mie hanya terisi tiga mobil. Sebuah avanza warna silver dan biru serta sebuah innova hitam. Dalam warung mie terdapat empat meja lesehan dan enam meja dengan kursi. Dua meja lesehan dan satu meja tinggi sudah terisi.

“Pesan apa pak, ada mie rebus, goreng, bihun dan kweetiu,” jelas sang pedagang. Warung mie itu sudah di sana beberapa tahun terakhir. Dagangan unggulannya adalah mie jawa dan teh poci dengan gula batu.

Sepasang bapak dan ibu lahap menikmati mie rebus yang masih mengepul sementara anaknya yang masih kecil berdiri memegang sepotong kerupuk. Mie jawa adalah mie yang ukurannya besar. Dimasak dengan telur dan daging ayam. Bagi yang suka bisa ditambah kecap, saus dan acar. Banyak pengunjung yang makan sambil menggigit cabe. Ada pula yang makan dengan kerupuk. Keringat mengucur dari muka dan leher mereka. Mie panas cocok dimakan disaat hujan dan udara dingin. Ditambah minum teh poci dengan gula batu yang dihidangkan dengan cangkir dan teko terbuat dari tanah liat. Kegiatan renang satu jam setengah menjadikan perut keroncongan. Sajian mie jawa dan teh poci nampak merupakan kombinasi yang nikmat untuk mengisi sepotong sore yang dingin itu.

Labels:

Thursday, February 14, 2008

Mutiara

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Labels:

KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia